Banner
Translate
Edisi No 10 Vol XXXVII - 2011 - Artikel Penelitian

Vitrifikasi Berulang pada Zigot Mencit Stadium Pronukleus dan Embrio Tahap Blastosis

 

Abstract

Objective: To prove the affectivity of vitrification in zygotes with or without cumulus and re-vitrification in zygotes which can reach blastocyst stage against to survival rate, serial splitting, and the quality of embryo. Design: experimental study. Setting: laboratory of embryology of veterinary medical faculty of Institute Pertanian Bogor. Animal(s): commercially available white mouse embryos. Intervention(s): we cryopreserved zygotes on pronucleus with or without cumulus and re-vitrification in zygotes which can reach blastocyst stage.

Result(s): Sums of 92 samples were got for survival rate on pronucleus stage which done by vitrification method on zygote without cumulus compared with cumulus were not significance different (92.3% and 80.8%), zygote without cumulus compared with control were not significance different (92.3% and 100%). There was a significance differential for survival rate of zygote between group virtrification with cumulus compared control (80.8% and 100%), p=0,004. Number of development vitrification group and control are no significant difference (76.9% and 95%). The growing of blastosis embryo on vitrification group compared with control are no significance difference (48.1% and 72.5%). Viability after vitrification of second stage on  blastosis stage were not found any difference compared with control (84.2% and 88,9%).

Conclusion(s): method of Vitrification is not effect to survival rate, development, and the quality of embryo also in growing of blastosis. After vitrification-warming both in pronucleus stage and blastosis stage they have high enough of viability, more than 80%, thus this method able to be used as a method selected clinic, effective and economic in process of embryo storage.

Key words: vitrification, warming, pronukleus, zygote, blastosis.

 

Abstrak

Tujuan: mempelajari pengaruh vitrifikasi pada zigot dengan kumulus dan tanpa kumulus serta vitrifik­asi berulang pada zigot stadium pronukleus yang mencapai stadium blastosis terhadap angka daya hidup, pembelahan, dan kualitas embrio. Desain: studi eksperimental. Tempat: laboratorium embriol­ogi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Hewan : Binatang mencit. Intervensi: dilakukan kriopreservasi zigot stadium pronukleus dengan atau tanpa kumulus dan vitrifiksi kedua pada zigot stadium pronukleus yang mencapai stadium blastosis.

Hasil: dari 92 sampel didapatkan daya hidup pada stadium pronukleus yang dilakukan vitrifikasi pada zigot tanpa kumulus dibandingkan kumulus tidak berbeda bermakna (92,3% dan 80,8%), tanpa kumulus dibandingkan kontrol tidak ada perbedaan bermakna (92,3% dan 100%). Terdapat perbedaan bermakna pada daya hidup zigot antara kelompok vitrifikasi dengan kumulus dibandingkan kontrol (80% dan 100%), p=0,004. Perkembangan embrio pada kelompok vitrifikasi dibandingkan kontrol tidak terdapat perbedaan bermakna pada hari pertama sampai keempat (76,9% dan 95%); (69,2% dan 82,5%); (59,6% dan 77,5%); (48,1% dan 72,5%). Tidak ada perbadaan kualitas embrio pada hari pertama sampai keempat pada kelompok vitrifikasi dibandingkan kontrol (90% dan 100%); (91,7% dan 97%); (80,6% dan 93,5%); (76,0% dan 93,1%). Perkembangan blastosis pada kelompok vitrifikasi dan kontrol tidak berbeda (48,1% dan 72,5%). Viabilitas pasca-vitrifikasi dua kali pada blastosis tidak terdapat perbedaan dibandingkan vitrifikasi satu kali (84,2% dan 88,9%).

Kesimpulan: pasca-vitrifikasi-warming, baik pada stadium pronukleus maupun blastosis memiliki viabilit­as yang cukup tinggi di atas 80%, angka daya hidup pada zigot stadium pronukleus dengan kumulus lebih rendah dibandingkan zigot tanpa kumulus, tidak didapatkan perbedaan secara statistik angka daya hidup, pembelahan, kualitas zigot dan perkembangan blastosis yang dilakukan vitrifikasi dibandingkan kontrol, tidak didapatkan perbedaan secara statistik angka daya hidup blastosis yang dilakukan vitrifikasi dua kali dibandingkan blastosis yang dilakukan vitrifikasi satu kali. Dengan demikian, metode vitrifikasi dapat digunakan secara klinis sebagai suatu metode yang terpilih, efektif, dan lebih ekonomis pada proses penyimpanan embrio.

Kata Kunci : vitrifikasi, warming, pronukleus, zigot, blastosis.

(Arie A. Polim, Medika 2011, Tahun ke XXXVII, No. 10, p. 678–687)

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...

 

 
Banner