Banner
Translate
Edisi No 10 Vol XXXVII - 2011 - Dari Redaksi

Vaksinasi Lanjutan, Pencegahan Primer yang Terabaikan

 

Oktober, musim pancaroba mulai melanda. Perubahan musim yang diikuti de­ngan perubahan cuaca yang ekstrim membawa konsekuensi tersendiri bagi status keseh­atan individu.

Seperti diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi status kesehatan individu adalah manusia sebagai pejamu, kuman patogen, dan kondisi lingkungan. Ketiga fakto­r ini saling berinteraksi sehingga menimbulkan dampak pada manusia. Sebagai contoh, bil­a imunitas tubuh lemah maka kuman patogen akan mudah memasuki dan mempengar­uhi tubuh. Sebaliknya, bila imunitas baik maka kuman patogen tidak dapat mengacaukan sistem pertahanan tubuh. Demikian juga dengan faktor lingkungan yang mudah mempengaruhi status kesehatan seseorang bila imunitasnya rendah.

Berkaitan dengan perubahan cuaca yang ekstrim ini, kelompok masyarakat yang perl­u mendapatkan prioritas perhatian adalah individu lanjut usia dan balita. Hal ini harus dilakukan mengingat mereka merupakan kelompok usia dengan imunitas yang rendah. Kelompok lansia telah mengalami penurunan imunitas tubuh karena menua. Sedangkan balita masih mengalami perkembangan sistem imunitas.

Beberapa institusi kesehatan umumnya menganjurkan upaya perlindungan seperti vaksinasi pneumonia bagi lansia dan vaksinasi influensa bagi balita. Di negara-negara maju, vaksinasi ini telah menjadi program rutin pemerintah. Mereka telah memiliki jadwal pemberian vaksinasi bagi setiap warganya sehingga kesakitan karena perubahan cuaca tidak terjadi. Kalaupun terjadi, angkanya sangat kecil.

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner