| Edisi No 09 Vol XXXVII - 2011 - Artikel Penyegar |
Efek Samping Statin dan Penatalaksanaannya
HENNY
Dokter di Jakarta
Pendahuluan
Statin bekerja, terutama terhadap lipoprotein LDL. Inhibisi terhadap enzim HMG-koA reduktase akan menghambat langkah pertama dalam jalur mevalonat pada sintesis kolesterol. Statin juga dapat menurunkan trigliserida (melalui penghambatan sintesis trigliserida di hepar) serta menaikkan lipoprotein HDL (diduga melalui aktivasi PPAR, peroxisome proliferator-activated receptor); namun efeknya tidak terlalu menonjol dibandingkan penurunan LDL.2
Prototip golongan statin yaitu lovastatin, disetujui pengedarannya sejak 1987. Statin klasik (lovastatin, pravastatin, dan simvastatin) menurunkan LDL 25-39%, menurunkan trigliserida 8-12%, dan menaikkan HDL 6-8%. Sedangkan statin modern (atorvastatin dan rosuvastatin) yang dikembangkan kemudian, memiliki potensi hipolipidemik lebih kuat. Kedua statin tersebut menurunkan LDL 55%, menurunkan trigliserida 20%, dan menaikkan HDL 10%.2 Statin yang dikembangkan paling akhir yaitu cerivastatin juga memiliki potensi hampir sama. Cerivastatin menurunkan LDL 35,6-41,8%; menurunkan trigliserida 29,5%; dan menaikkan HDL 13,2%.3 Sedangkan pitavastatin, statin hidrofilik kedua setelah pravastatin; hanya menurunkan LDL 37%, menurunkan trigliserida 8%, namun tidak menaikkan HDL.4
Seluruh statin sebaiknya dikonsumsi sebelum makan, kecuali simvastatin dan rosuvastatin. Seluruh statin juga melewati metabolisme first-pass ekstensif; kecuali pravastatin. Metabolisme dilakukan oleh sitokrom P450 isoform 3A4 (atorvastatin, lovastatin, simvastatin) dan 2C9 (fluvastatin). Karena itulah, atorvastatin berinteraksi dengan antifungal azol, makrolid, dan kalsium antagonis. Sementara, fluvastatin dengan omeprazole, antifungal azol, dan ritonavir.5







