Banner
Translate
Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Profil
Peter Schwarz, Professor Muda dari University of Dresden:

“Metformin Memenuhi Kebutuhan Pasien Diabetes”

Muda, tampan, dan guru besar, itu adalah perpaduan dari seorang Prof. Dr. Med. Habil. Peter Egbert Hermann Schwarz, MD, dari University of Dresden, seorang guru besar di bidang endokrinologi metabolisme dari Jerman. Mengawali karier di bidang kedokteran dengan menjadi mahasiswa di University of Dresden, Peter, panggilan karib bagi Prof Schwarz, mulai mencintai bidang endokrinologi dan penyakit metabolik saat menjadi asisten di Faculty of Medicine Carl Gustav Carus di almamaternya. Saat ini, di usianya yang baru beranjak 40 tahun, ia telah menjadi profesor muda dengan ratusan publikasi internasional. 1108-profil-peter-c

Peter lahir di Thuringen, sebuah kota kecil di Jerman pada 1971. Sejak sekolah menengah, ia menempuh pendidikan di Dresden. Setelah lulus ujian dokter, ia sempat beberapa kali bertugas di daerah pedalaman di Afrika. Beberapa negara yang pernah ia kunjungi adalah Afrika Selatan, Tanzania, dan Namibia. Pengabdiannya di negar­a-negara dunia ketiga telah membentuknya menjadi seorang yang humanis, pintar, dan peduli terhadap masalah kesehatan masyarakat. Hal itu ditunjukkannya saat telah men­ja­di seorang pakar diabetes, ia memilih untuk terjun langsung di dalam program-program pencegahan primer diabetes. Networking “diabetes-prevention” yang sudah dibentuknya selama separuh dekade terakhir telah banyak menjaring klinisi, pasien, dan akademisi dari seluruh negara di dunia.

Ratusan publikasi internasional berkualitas telah membawa namanya ke seluruh benua Eropa. Ia terlibat aktif dalam EASD (European Association for the Study of Diabetes), serta IDF Europe Region. Ia pernah ber­kesempatan mengetuai kongre­s internasional 6th World Congress of Diabetes Preven­tion. Ia juga aktivis Diabetes Prevention Forum yang selama ini giat dalam berbagai program pencegahan diabetes. Baginya, pencegahan diabetes adalah tata laksana terbaik bagi semua orang. “Jangan tunggu sampai diabetes,” ucapnya.

Beberapa penghargaan in­ter­na­sional dan nasional diraih­nya, antara lain Rolf-Emmrich Award dari Saxony Association of Internal Medicine, Sur-Place Award dari University of Peru, dan award-award di bidang diabetes. Peter juga aktif selama tim editorial berbagai jurnal internasional endokrinologi dan diabetes. Beberapa jurnal dan majalah diabetes Jerman juga kerap memakainya sebagai penulis atau editor, di antaranya adalah Info Diabetologie dan Diabetes Aktuell.

Peter yang ditemui di Jakarta pada awal Juli sebagai pembicara dalam simposium DOC Link di Novotel Mangga Dua, Jakarta, terlihat segar meskipun baru saja mendarat di Jakarta dua jam sebelumnya, langsung lari ke Novotel Mangga Dua dan memberikan ceramahnya. Ia membawakan topik mengenai “Defining evidence-based in diabetes managament” yang mengetengahkan berbagai bukti ilmiah terbaru mengenai metformin. “Banyak obat diabetes di pasar farmasi tidak salah, namun sebagai dokter, kita wajib memilih yang terbaik bagi pasien kita,” papar Peter. Untuk itulah kita perlu mengenali masing-masing karakteristik obat-obat anti­diabe­tik oral.

Metformin memenuhi ke­bu­tuhan pasien diabetes terhadap antidiabetik yang benar-benar dicari. Dalam presentasinya, Peter menyampaikan bahw­a metformin mampu memenuhi semuanya: efektivitas, efek ekstraglikemik, pencegahan komplikasi jangka panjang, aman, tidak menimbulkan hipoglikemia, dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien, dan dari segi harga terjangkau. “Metformin obat yang sangat populer di seluruh dunia,” ucapnya. Bagi banyak negara, terapi dengan metformin mudah diakses oleh masyarakat. “Studi UKPDS-34 bahkan sudah mempublikasikan bahwa dibandingkan dengan kombinasi sulfonilurea dan insulin intensif, metformin lebih superior dalam hal mengurangi kematian akibat diabetes, akibat semua hal lain, infark miokard, dan stroke,” terangnya. Metformin tetap akan dicari oleh pasien dan dokter kendatipun ada begitu banyak antidiabetik oral dijual saat ini dengan beragam evidence-based.

Sebagai seorang klinisi, kita wajib memberikan pasien kita obat-obatan yang memiliki tingkat evidence-based yang terbaik. Metformin adalah obat dengan jumlah penelitian klinis yang sangat banyak, dibandingkan dengan apa pun, dan dalam populasi manapun. UKPDS merupakan studi besar yang mampu membuktikan bahwa pemberian metformin pada pasien-pasien diabetes memberikan manfaat yang baik, saat ini maupun di masa yang akan datang, terutama dalam hal pencegahan. Peter Schwarz telah hadir dan membagikan ilmunya pada para peserta DOC Link yang mengingatkan bahwa pada akhirnya, pencegahan diabetes merupakan nomor satu, bila tidak primer, berlanjut menjadi sekunder, lalu tersier. Diagnosis dini dan pengobatan tepat sasaran merupakan kunci pencegahan sekunder. Hal itu bisa kita capai dengan metformin. Tak hanya Schwarz, ratusan endokrinolog lain di seluruh dunia telah mengakuinya dengan berbagai guidelines yang dibuat di masing-masing negara, wilayah, dan dunia. ♦ (a)

 

 
Banner