Banner
Translate
Edisi No 09 Vol XXXVI - 2010 - Studi Kasus

Demam Dengue Dengan Hepatitis Akut, Injuri Renal, dan Hiperglikemia

 

ANIK WIDIJANTI, TONY HARJANTO, KINIT DIANA

Bagian Patologi Klinik FK UNIBRAW / RSUD Dr Saiful Anwar Malang

Pendahuluan

Dengue Haemorrhagic fever (DHF) ada­lah penyakit infeksi yang disebab­kan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis yang ditimbulkan dapat berupa de­mam, nyeri otot/nyeri sendi, nyeri abdomen, manifestasi perdarahan, dan manifestasi kebocoran plasma. Dengue disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae. Terdapat 4 serotipe virus, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Keempat serotipe terdapat di Indonesia dengan DEN-3 merupakan serotipe terbanyak.

Terdapat reaksi silang antara serotipe dengue dengan Flavivirus lain seperti Yellow fever, Japanese encephalitis, dan West Nile virus.1,2,3 DHF tersebar luas di wila­yah Asia Tenggara, Pasifik Barat, dan Karibia. Indonesia merupakan wilayah ende­mis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Insiden DHF di Indonesia antara 6-15 kasus per 100.000 penduduk (1989 hingga 1995) dan pernah meningkat tajam pada 1998 dengan insiden 35 kasus per 100.000 penduduk.1

Patogenesis DHF masih merupakan ma­salah yang kontroversial. Teori yang banyak dianut adalah hipotesis infeksi sekunder (secondary heterologous infection). Hipotesis ini menyatakan secara tidak langsung bahwa pasien yang mengalami infeksi yang kedua kalinya dengan serotipe virus dengue yang heterolog mempunyai risiko berat yang lebih besar untuk menderita DHF berat/dengue syok syndrome (DSS).4 Berdasarkan kriteria WHO 1975 maka penegakan diagnosis DHF didasarkan atas ditemukannya minimal 2 kriteria klinis (salah satu di antaranya adalah demam) serta terpenuhinya kriteria labo­ratorik. Kriteria klinis meliputi: demam tinggi men­dadak, manifestasi perdarahan, pem­besaran hati, serta syok. Kriteria laboratoris me­liputi: trombositopenia < 100.000/cmm dan hemokonsentrasi yang ditandai dengan peningkatan hematokrit 20% atau lebih. Ketepatan diagnosis menggunakan kriteria ini 70-90%. Saat ini telah dikembang­kan­suatu pemeriksaan seroimunologis rapid diagnostic test yang cepat dengan meng­gunakan metoda imunokromatografi (ICT). Sensitivitas dan spesifisitasnya berkisar 99% dan 87%.5,6

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.
 
Banner